Sodara-sodara, Walau Turki kalah dalam semifinal Euro 2008 beberapa jam yang lalu, tetapi tim “pinggiran” ini telah menampilkan permainan yang mengesankan, jauh lebih baik ketimbang saat mereka melawan Kroasia. Jerman bermain hebat, dan layak menang.

Tetapi, hal yang menarik perhatian saya adalah semboyan dalam pertandingan semifinal itu: UNITE AGAINST RACISM (Bersatulah Melawan Rasisme).

Saya terharu dengan tema pertandingan yang dipilih oleh panitia. Sebelum pertandingan dimulai, kapten kedua tim juga membacakan semacam pernyataan tentang komitmen untuk melawan rasisme (tentu dan terutama di bumi Eropa). Baliho besar dengan semboyan itu dipajang di kiri-kanan dua kesebelasan saat mereka ber-pose untuk foto bersama menjelang pertandingan dimulai.

Sementara itu, di pinggir lapangan, dipasang sejumlah poster dengan tulisan yang sama. Walhasil, pertandingan itu didedikasikan untuk untuk melawan rasisme.

Di Jerman, kita tahu, rasisme dan perasaan benci terhadap para imigran pendatang (xenofobia), terutama orang-orang Turki, marak pada beberapa tahun terakhir ini. Dengan cerdik sekali, panitia Euro 2008 memilih pertandingan semifinal yang bersejarah itu untuk kampanye melawan rasisme.

Rasisme masih bertebaran di sekitar kita, kerapkali tanpa kita sadari. Kadang masuk-menyusup ke bawah selimut kita, menyelundup ke dalam mimpi kita, serta membentuk ketidaksadaran kita.

Salut untuk Euro! Salut untuk Turki! Salut untuk Jerman!