<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Ulil Abshar-Abdalla</title>
	<atom:link href="http://ulil.net/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ulil.net</link>
	<description>Iman yang kuat tak akan takut pada keraguan. Iman yang dangkal dan dogmatis selalu was-was pada pertanyaan dan keragu-raguan.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jun 2011 12:51:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>Comment on Syamsul Ma&#8217;arif al-Kubra dan kosmologi Islam klasik by A Mi Gh</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/28/syamsul-maarif-al-kubra-dan-kosmologi-islam-klasik/comment-page-1/#comment-11939</link>
		<dc:creator>A Mi Gh</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 12:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/28/syamsul-maarif-al-kubra-dan-kosmologi-islam-klasik/#comment-11939</guid>
		<description>assalamualaikum mas Ulil, sy buka situs ini karna guru ngaji sy mencari kitab SYAMSUL MA&quot;ARIF. bgt sy buka di situs ini ternyata mas Ulil punya, gmn caranya sy bs mendapatkan kitab tsb..? mhn penjelasan dr mas Ulil, salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum mas Ulil, sy buka situs ini karna guru ngaji sy mencari kitab SYAMSUL MA&#8221;ARIF. bgt sy buka di situs ini ternyata mas Ulil punya, gmn caranya sy bs mendapatkan kitab tsb..? mhn penjelasan dr mas Ulil, salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tentang penafsiran Quran dan demokratisasi tafsir by Sibodoh</title>
		<link>http://ulil.net/2010/07/09/tentang-penafsiran-quran-dan-demokratisasi-tafsir/comment-page-1/#comment-11930</link>
		<dc:creator>Sibodoh</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 02:06:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/?p=80#comment-11930</guid>
		<description>saya mau tanya kang ulil, anda ini muslim apa bukan?? kalau muslim kenapa orang murtad dianjurkan/dipersilahkan??? padahal murtad itu dosa besar, DILARANG DALAM ISLAM !!! sama seperti halnya MEMBUNUH !!! pentafsiran apa yg anda pakai??? dari hal yg paling fundamental aja pemikiran islamlib SUDAH TIDAK BENAR !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau tanya kang ulil, anda ini muslim apa bukan?? kalau muslim kenapa orang murtad dianjurkan/dipersilahkan??? padahal murtad itu dosa besar, DILARANG DALAM ISLAM !!! sama seperti halnya MEMBUNUH !!! pentafsiran apa yg anda pakai??? dari hal yg paling fundamental aja pemikiran islamlib SUDAH TIDAK BENAR !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Syamsul Ma&#8217;arif al-Kubra dan kosmologi Islam klasik by reynal</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/28/syamsul-maarif-al-kubra-dan-kosmologi-islam-klasik/comment-page-1/#comment-11918</link>
		<dc:creator>reynal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 19:13:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/28/syamsul-maarif-al-kubra-dan-kosmologi-islam-klasik/#comment-11918</guid>
		<description>Sya ska buku itu sya punya bnyak utk koleksi kitab klasik agama islam di arabsaudi mngapa mlarang buku itu?krna mreka tidak mpercayai ilmu ladzuni,ilmu sufi dan tasawuf mreka mlihat apa yg tidak di ajarkan rasul adalah bid&#039;ah pdhal rasul mndpat kiriman peci Rajah dri rja najasy dan beberapa ulama membolehkan Azimat krna ada dalil walau sdikit jdi sprti hukum tawasul ibnu taimiyyah mnolak tawasul tpi ia tak mlarangnya dgn ancaman murtad bahkan ulama ahmad bin hanbal dan ibnu taimiyyah jga pembuat azimat jdi blum bisa dikatakan memakai azimat(tulisan asma Allah)murtad kcuali jimat yg mnyodor pda benda dan tulisan mantra jga simbol2 syirik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sya ska buku itu sya punya bnyak utk koleksi kitab klasik agama islam di arabsaudi mngapa mlarang buku itu?krna mreka tidak mpercayai ilmu ladzuni,ilmu sufi dan tasawuf mreka mlihat apa yg tidak di ajarkan rasul adalah bid&#8217;ah pdhal rasul mndpat kiriman peci Rajah dri rja najasy dan beberapa ulama membolehkan Azimat krna ada dalil walau sdikit jdi sprti hukum tawasul ibnu taimiyyah mnolak tawasul tpi ia tak mlarangnya dgn ancaman murtad bahkan ulama ahmad bin hanbal dan ibnu taimiyyah jga pembuat azimat jdi blum bisa dikatakan memakai azimat(tulisan asma Allah)murtad kcuali jimat yg mnyodor pda benda dan tulisan mantra jga simbol2 syirik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tentang penafsiran Quran dan demokratisasi tafsir by Sigit Ariansyah</title>
		<link>http://ulil.net/2010/07/09/tentang-penafsiran-quran-dan-demokratisasi-tafsir/comment-page-1/#comment-11851</link>
		<dc:creator>Sigit Ariansyah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 05:23:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/?p=80#comment-11851</guid>
		<description>Dalam berbagai tulisan seperti ini, sejujurnya saya banyak sepakat dengan pemikiran2 gus Ulil. Tiap membaca tulisan sampean, saya sering merasa seperti de&#039;javu. Maksudnya merasa pernah memikirkan hal yang kurang/lebih sama sebelumnya. Hanya, saya menangkap sering disalah pahami oleh beberapa teman yang kebetulan belum sempat belajar terlalu banyak bermacam ilmu2 pendukung Islam, terutama saat disampaikan sepotong2 seperti via twitter, misalnya.

Mungkin kondisi psykologis pembaca twitter memang tidak sama dari sisi kesiapan menerima &quot;kalimat2&quot; yang berbeda dari yang dia yakini sejak lama secara sensitif (ini tidak termasuk twit ttg muffin dan donnut ya.. hehe...) . Jadi, beberapa kali teman2 mencoba mendiskusikan kepada saya twit2 sampean dengan sgt menggebu2, secara sepihak.

Saya pribadi kebetulan pernah belajar 6 tahun di pesantren (meski non salaf) insyaAllah sudah terbiasa dgn pemikiran2 seperti ini. Tapi saya khawatir dg teman2 yang mmg terlalu sensitif untuk menolak dengan kasar atau justru menerima begitu saja asal dia senang, tanpa peduli esensi dari pemikiran yang sebenarnya &quot;keren&quot; itu... 

Maju terus, tidak ada tendensi sekecil apapun dari komentar saya ini... Semoga mas Ulil konsisten dengan artikel2 ilmiah seperti ini...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam berbagai tulisan seperti ini, sejujurnya saya banyak sepakat dengan pemikiran2 gus Ulil. Tiap membaca tulisan sampean, saya sering merasa seperti de&#8217;javu. Maksudnya merasa pernah memikirkan hal yang kurang/lebih sama sebelumnya. Hanya, saya menangkap sering disalah pahami oleh beberapa teman yang kebetulan belum sempat belajar terlalu banyak bermacam ilmu2 pendukung Islam, terutama saat disampaikan sepotong2 seperti via twitter, misalnya.</p>
<p>Mungkin kondisi psykologis pembaca twitter memang tidak sama dari sisi kesiapan menerima &#8220;kalimat2&#8243; yang berbeda dari yang dia yakini sejak lama secara sensitif (ini tidak termasuk twit ttg muffin dan donnut ya.. hehe&#8230;) . Jadi, beberapa kali teman2 mencoba mendiskusikan kepada saya twit2 sampean dengan sgt menggebu2, secara sepihak.</p>
<p>Saya pribadi kebetulan pernah belajar 6 tahun di pesantren (meski non salaf) insyaAllah sudah terbiasa dgn pemikiran2 seperti ini. Tapi saya khawatir dg teman2 yang mmg terlalu sensitif untuk menolak dengan kasar atau justru menerima begitu saja asal dia senang, tanpa peduli esensi dari pemikiran yang sebenarnya &#8220;keren&#8221; itu&#8230; </p>
<p>Maju terus, tidak ada tendensi sekecil apapun dari komentar saya ini&#8230; Semoga mas Ulil konsisten dengan artikel2 ilmiah seperti ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengkaji khazanah Islam klasik selama bulan puasa by Tarmidzi</title>
		<link>http://ulil.net/2008/09/03/mengkaji-khazanah-islam-klasik-selama-bulan-puasa/comment-page-1/#comment-11833</link>
		<dc:creator>Tarmidzi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 01:16:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/09/03/mengkaji-khazanah-islam-klasik-selama-bulan-puasa/#comment-11833</guid>
		<description>Reinterpretasi itu memang diperlukan sekarang. Lanjutkan!
Karena masih banyak ruang dan waktu untuk ditafsirkan dan dijalankan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Reinterpretasi itu memang diperlukan sekarang. Lanjutkan!<br />
Karena masih banyak ruang dan waktu untuk ditafsirkan dan dijalankan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

