Ulil Abshar-Abdalla on July 23rd, 2008

Kisah-kisah petualangan yang digubah oleh Karl May (1842-1912) tampaknya perlu kita baca kembali sekarang, pada saat dunia kita dipenuhi oleh tokoh-tokoh “jahat” semacam Bush, Saddam dan Osamah. Pujangga Jerman yang telah melahirkan tokoh Winnetou itu, menggubah kisah-kisah perjalanan yang mengilhami jutaan remaja dan orang dewasa si seluruh dunia. Ilham yang terbit dari kisah-kisah Karl May [...]

Continue reading about Mengenang kembali kisah-kisah Karl May

Ulil Abshar-Abdalla on July 11th, 2008

Saya selama ini bergaul dengan bahasa Inggris sebagai “bahasa kuliah”, yakni sebagai bahasa untuk alat artikulasi gagasan-gagasan yang kerapkali bersifat abstrak. Semula, saya mengira, bahasa Inggris “kuliahan” ini sudah paling hebat dan paling tinggi derajatnya; saya semua mengira bahwa bahasa Inggris buku yang “akademis” itu sudah “sundul” atau menyentuh “langit ketujuh”. Saya juga semula mengira [...]

Continue reading about Catatan sederhana tentang bahasa Inggris

Ulil Abshar-Abdalla on June 22nd, 2008

Berada di negeri asing dan jauh dari tanah air bukanlah hal yang menyenangkan. Apalagi jika kita sendirian, tak mempunyai seorang isteri atau keluarga, alias masih “jomblo”. Seorang kawan saya yang sedang belajar di Emory University, Atlanta, Georgia, mengeluh luar biasa karena tak ada teman-teman dari Indonesia yang ia kenal di kawasan itu, sementara ia belum [...]

Continue reading about Menyantap Masakan Indonesia — Sambil “Ngaji”

Ulil Abshar-Abdalla on June 21st, 2008

Sebulan yang lalu, isteri saya baru saja mendapatkan izin kerja, working permit. Setelah itu, dia langsung sibuk melayangkan lamaran ke beberapa tempat, antara lain warung kopi Starbuck, warung waralaba yang mempunyai jaringan global itu. Saat interview beberapa hari yang lalu, isteri saya bertanya kepada pihak manajer warung itu: apakah ada masalah jika dia memakai jilbab? [...]

Continue reading about Memakai Jilbab di Amerika

Ulil Abshar-Abdalla on June 20th, 2008

Anak saya yang pertama, Ektada Bennabi Mohamad (artinya: Meneladani Nabi Muhammad), biasa kami panggil Ben, seringkali diundang untuk menghadiri pesta ulang tahun teman-teman sekelasnya di sekolah. Pagi ini, misalnya, dia diundang untuk menghadiri ultah teman sekelas yang tinggal tak terlalu jauh dari apartemen saya, kira-kira 1,5 km dari apartemen saya di kawasan Newton Centre. Ben [...]

Continue reading about Ben, Billy dan Pesta Ulang Tahun di Amerika