<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ortodoksi sebagai sebuah konstruksi</title>
	<atom:link href="http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/</link>
	<description>Iman yang kuat tak akan takut pada keraguan. Iman yang dangkal dan dogmatis selalu was-was pada pertanyaan dan keragu-raguan.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jul 2010 11:09:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Aluwi</title>
		<link>http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/comment-page-1/#comment-1352</link>
		<dc:creator>Aluwi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 02:40:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/#comment-1352</guid>
		<description>Sumber kesalahan itu bermula dari sifat sombong dan terlalu mencintai kenikmatan dunia.  Setan iblis itu percaya kalau Allah itu ada.  Karena kesombongannya itu iblis menjadi penentang Allah alias kafir.  Allah bisa dikenal manusia melalui berbagai macam cara.  Bisa dengan cara teologi Asy&#039;ariah atau ilmu ilmu lain baik berasal dari ilmu genetika atau ilmu astronomi.  Yang menjadi pertanyaan apakah setelah kita kenal Allah lantas kita dapat mencintai Allah?  Cinta kepada Allah akan tumbuh dengan mensyukuri pemberian Allah.  Yang bersyukur akan dilipat gandakan kenikmatannya.  Yang islam karena orang tuanya islam beruntung karena dimudahkan masuk islam.  Sedangkan Orang yang dilahirkan dengan orang tua non islam perlu tenaga extra untuk masuk islam.  Barangkali begitulah tetapi dosa dosanya sebelum masuk islam akan dihapus setelah masuk islam.  argometer amal perbuatannya berawal dari nol begitu masuk islam.  Argometer amal perbuatan orang islam karena orang tuanya islam berawal setelah menginjak usia remaja yang ditandai keluar sperma bagi yang lelaki dan menstruasi bagi yang perempuan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber kesalahan itu bermula dari sifat sombong dan terlalu mencintai kenikmatan dunia.  Setan iblis itu percaya kalau Allah itu ada.  Karena kesombongannya itu iblis menjadi penentang Allah alias kafir.  Allah bisa dikenal manusia melalui berbagai macam cara.  Bisa dengan cara teologi Asy&#8217;ariah atau ilmu ilmu lain baik berasal dari ilmu genetika atau ilmu astronomi.  Yang menjadi pertanyaan apakah setelah kita kenal Allah lantas kita dapat mencintai Allah?  Cinta kepada Allah akan tumbuh dengan mensyukuri pemberian Allah.  Yang bersyukur akan dilipat gandakan kenikmatannya.  Yang islam karena orang tuanya islam beruntung karena dimudahkan masuk islam.  Sedangkan Orang yang dilahirkan dengan orang tua non islam perlu tenaga extra untuk masuk islam.  Barangkali begitulah tetapi dosa dosanya sebelum masuk islam akan dihapus setelah masuk islam.  argometer amal perbuatannya berawal dari nol begitu masuk islam.  Argometer amal perbuatan orang islam karena orang tuanya islam berawal setelah menginjak usia remaja yang ditandai keluar sperma bagi yang lelaki dan menstruasi bagi yang perempuan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aluwi</title>
		<link>http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/comment-page-1/#comment-1337</link>
		<dc:creator>Aluwi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 04:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/#comment-1337</guid>
		<description>Saya percaya Alqur&#039;an, Injil, Taurat dan Zabur.  Sewaktu SD saya belajar sholat dari guru yang Ikhlas.  Dia sholat, zakat, puasa dan melaksanakan haji.  Sampai sekarang saya percaya pada guru tersebut.  Waktu SMP saya belajar dari guru SMP yang mengajarkan kitab fiqqih disertai dengan dalil hadist-hadist nya. tidak ada pertentangan dengan yang saya pelajari dulu.  Saya juga sudah mulai berani berselancar membaca dialog antara islam dan kristen.  Sewaktu kuliah di PT saya melihat  persinggungan antara Islam dan Kristen pada pengajian-pengajiannya diluar kampus.   saya belum tahu siapa yang memulai lebih dulu.  yang jelas waktu itu azaz tunggal Pancasila mulai diberlakukan.  Ada berita kristenisasi.  Ada berita jilbab dilarang dipakai disekolah negeri.  Ada kasus tanjung priuk.  Barangkali ini yang membuat mahasiswa bertambah militan.  Sewaktu kerja saya lupa kalau dulu ada pertentangan antara islam dan kristen.  saya kerja di perusahaan milik orang kristen yang jarang ke gereja.    Meskipun kristen dia menyediakan tempat sholat bagi yang muslim.   sewaktu internet gampang diakses seperti saat ini kok banyak pertentangan antara islam dan kristen dalam blog atau website.  ada banyak website yang menghujat islam dan sebaliknya Lho kok begini ya.  Ada sesama islam saling menghujat.  Bukankah musuh manusia adalah setan atau iblis.  setan adalah musuh bersama manusia keturunan adam.  dia akan menyesatkan manusia melalui berbagai macam cara baik dogma atau bisikan hingga membuat manusia sombong, angkuh tidak bisa menerima nasehat, iri hati, kurang bersyukur,  terlalu cinta harta dan tidak suka sedekah.   manusia dilengkapi akal budi yang bisa membedakan baik dan buruk.   Yang suka menghujat itu termasuk orang yang sombong temannya setan.  menasehati lebih baik daripada mencela.  Hanya Allah yang patut sombong.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya percaya Alqur&#8217;an, Injil, Taurat dan Zabur.  Sewaktu SD saya belajar sholat dari guru yang Ikhlas.  Dia sholat, zakat, puasa dan melaksanakan haji.  Sampai sekarang saya percaya pada guru tersebut.  Waktu SMP saya belajar dari guru SMP yang mengajarkan kitab fiqqih disertai dengan dalil hadist-hadist nya. tidak ada pertentangan dengan yang saya pelajari dulu.  Saya juga sudah mulai berani berselancar membaca dialog antara islam dan kristen.  Sewaktu kuliah di PT saya melihat  persinggungan antara Islam dan Kristen pada pengajian-pengajiannya diluar kampus.   saya belum tahu siapa yang memulai lebih dulu.  yang jelas waktu itu azaz tunggal Pancasila mulai diberlakukan.  Ada berita kristenisasi.  Ada berita jilbab dilarang dipakai disekolah negeri.  Ada kasus tanjung priuk.  Barangkali ini yang membuat mahasiswa bertambah militan.  Sewaktu kerja saya lupa kalau dulu ada pertentangan antara islam dan kristen.  saya kerja di perusahaan milik orang kristen yang jarang ke gereja.    Meskipun kristen dia menyediakan tempat sholat bagi yang muslim.   sewaktu internet gampang diakses seperti saat ini kok banyak pertentangan antara islam dan kristen dalam blog atau website.  ada banyak website yang menghujat islam dan sebaliknya Lho kok begini ya.  Ada sesama islam saling menghujat.  Bukankah musuh manusia adalah setan atau iblis.  setan adalah musuh bersama manusia keturunan adam.  dia akan menyesatkan manusia melalui berbagai macam cara baik dogma atau bisikan hingga membuat manusia sombong, angkuh tidak bisa menerima nasehat, iri hati, kurang bersyukur,  terlalu cinta harta dan tidak suka sedekah.   manusia dilengkapi akal budi yang bisa membedakan baik dan buruk.   Yang suka menghujat itu termasuk orang yang sombong temannya setan.  menasehati lebih baik daripada mencela.  Hanya Allah yang patut sombong.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wawan Al-Jufrie</title>
		<link>http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/comment-page-1/#comment-1212</link>
		<dc:creator>Wawan Al-Jufrie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 20:52:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/#comment-1212</guid>
		<description>Solusinya saling menghargai pendapat masing2 bukannya saling hujat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Solusinya saling menghargai pendapat masing2 bukannya saling hujat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kurt</title>
		<link>http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/comment-page-1/#comment-1117</link>
		<dc:creator>Kurt</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 07:26:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/#comment-1117</guid>
		<description>Benang kusut dalam otak saya mulai terurai menjawab pertanyaan besar, kenapa akhir2 ini bermunculan apa yang disebut heterodox itu. Mengikuti whim dst. seperti uraian di atas. 

Sependapat dengan musafir. Gus Ulil saya kira orang yang banyak mendengar dan melihat namun orang2 yang menentangnya justru sebaliknya: maunya didegnar. Seringkali dalam doktrinnya itu menggunakan tradisi over of voice menghiasi setiap pengajian2 nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benang kusut dalam otak saya mulai terurai menjawab pertanyaan besar, kenapa akhir2 ini bermunculan apa yang disebut heterodox itu. Mengikuti whim dst. seperti uraian di atas. </p>
<p>Sependapat dengan musafir. Gus Ulil saya kira orang yang banyak mendengar dan melihat namun orang2 yang menentangnya justru sebaliknya: maunya didegnar. Seringkali dalam doktrinnya itu menggunakan tradisi over of voice menghiasi setiap pengajian2 nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mahmud</title>
		<link>http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/comment-page-1/#comment-991</link>
		<dc:creator>Mahmud</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 18:28:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/09/15/ortodoksi-sebagai-sebuah-konstruksi/#comment-991</guid>
		<description>Memahami cara berpikir Mas Ulil diatas, saya rasa cukup ilmiah dan masuk akal.Apa Mungkin sifat agama itu secara alamiah lebih menganut ortodoksi tertutup ? Sehingga Ummat Islam menjadi Ummat yg &quot;tertinggal&quot; seperti saat ini? Dengan pandangan seperti itu kenapa Mas Ulil mengusung nama &quot;Islam Liberal&quot;? Padahal menurut saya itu hanya cara pandang yg kritis dan cerdas terhadap Islam sebagai sebuah sistem keyakinan dan sebetulnya sangat bermanfaat buat kemajuan kita sendiri, dalam memahami agama dan perkembangan dunia yg begitu cepat seperti sekarang ini?
Karena nama &quot;liberal&quot; cenderung mudah disalah tafsirkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memahami cara berpikir Mas Ulil diatas, saya rasa cukup ilmiah dan masuk akal.Apa Mungkin sifat agama itu secara alamiah lebih menganut ortodoksi tertutup ? Sehingga Ummat Islam menjadi Ummat yg &#8220;tertinggal&#8221; seperti saat ini? Dengan pandangan seperti itu kenapa Mas Ulil mengusung nama &#8220;Islam Liberal&#8221;? Padahal menurut saya itu hanya cara pandang yg kritis dan cerdas terhadap Islam sebagai sebuah sistem keyakinan dan sebetulnya sangat bermanfaat buat kemajuan kita sendiri, dalam memahami agama dan perkembangan dunia yg begitu cepat seperti sekarang ini?<br />
Karena nama &#8220;liberal&#8221; cenderung mudah disalah tafsirkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
