<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tentang Hizbut Tahrir di Indonesia</title>
	<atom:link href="http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/</link>
	<description>Iman yang kuat tak akan takut pada keraguan. Iman yang dangkal dan dogmatis selalu was-was pada pertanyaan dan keragu-raguan.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jun 2011 12:51:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: aulia</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/comment-page-1/#comment-11129</link>
		<dc:creator>aulia</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 15:42:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/#comment-11129</guid>
		<description>Ulil itu memang tidak ada apa2nya. Dia itu orang bayaran yang sengaja dimunculkan kelompok tertentu untuk menghancurkan islam. Kelompok tersebut berupaya membeli media untuk mengekspose ulil ini. mari kita berjihad melawan ulil dan kelompok yang menjadi backingnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ulil itu memang tidak ada apa2nya. Dia itu orang bayaran yang sengaja dimunculkan kelompok tertentu untuk menghancurkan islam. Kelompok tersebut berupaya membeli media untuk mengekspose ulil ini. mari kita berjihad melawan ulil dan kelompok yang menjadi backingnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pidhea</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/comment-page-1/#comment-1472</link>
		<dc:creator>pidhea</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 12:00:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/#comment-1472</guid>
		<description>perbedaan pandangan lazim terjadi dan memang merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan.
penyebabnya adalah cara berpikir. setiap orang memiliki dasar pemikiran (ideologi) yang menjadi pijakan
berpikirnya.berpikir ala liberal tentu berbeda dengan berpikir ala islam, maupun dengan lainnya.
ketika berargumen dengan cara pandang yang bebeda tentu akan  menghasilkan persepsi yang berbeda pula.
selama dari masing masing menyandarkan pada tolok ukur yang berbeda, maka bukan titik temu yang
dihasilkan melainkan perang otot ataupun adu mulut hingga berbusa-busa. 
berpikir liberal berarti berpikir dengan landasan liberal(kebebasan). 
berpikir Islami berarti berpikir dengan landasan Islam.
jadi tak usah heran, kalau tidak akan ada titik temu antara
kedua pandangan tersebut sebab bermula dari akar yang berbeda.
Orang-orang yang memperjuangkan islam pasti dianggap meresahkan bagi orang-orang liberal
meskipun &#039;katanya&#039; menurut orang-orang liberal &quot;kebebasan berekspresi itu merupakan prinsipnya&quot;.
Menurut pandangan orang yang menjadikan Islam sebagai landasan berpikir, orang-orang liberal
yang keukeuh menjadikan kebebasan sebagai tolok ukur kehidupannya, jelas bertentangan
dengan Islam walaupun dia seorang Muslim.

Jadi apabila masing-masing ingin ketemu, ya harus disamain dulu landasan berpikirnya.
ibarat dalam dunia kriminal dan peradilan, seseorang bisa dijerat dengan suatu hukum jika 
melanggar aturan atau undang-undang yang diberlakukan di suatu negara. masing-masing pengacara,pembela 
maupun jaksa penuntut berdalih dengan kitab undang-undang yang sama.

nah, sekarang apa yang akan kita jadikan pijakan hukumnya (dasar pemikirannya)?
Islam (AlQuran dan Hadits) atau bukan?
Jika kita berpikir tentang Islam dari sudut pandang yang lain 
( misalnya menurut pandangan orang-orang Barat ),
berarti kita sedang memposisikan Islam sebagai terdakwa.
bukan sebagai landasan. 

persoalannya adalah berada diposisi manakah anda itu?

Keniscayaan yang terjadi adalah ketika kita meyakini landasan berpikir
tertentu bagi kehidupan kita maka pasti akan berupaya untuk meyakinkannya kepada orang lain.

ketika anda meyakini Islam dengan sepenuh hati dan meyakini kebenarannya 
secara kaffah (sempurna) maka yang terjadi adalah anda akan berusaha
untuk mendakwahkannya (menyampaikannya) kepada orang lain.
dan anda pasti akan berusaha membantah dan mengoreksi semua pandangan
yang tidak sesuai dengan pandangan Islam tersebut.

begitu pula ketika anda tidak meyakini Islam dengan sepenuh hati dan
tidak meyakini kebenarannya secara keseluruhan, dan yang anda yakini
adalah konsep liberal bagi manusia, maka anda akan mati-matian
mengkritik orang-orang yang memperjuangkan Islam secara kaffah (sempurna).

jadi persoalannya adalah berada diposisi manakah anda itu?

memperjuangkan ideologi yang kita yakini merupakan konsekuensi logis
dari kehidupan kita.

terlepas dari mana yang benar ataupun yang salah, kita selalu menganggap
bahwa yang kita yakini itulah yang benar dan yang lainnya salah.

menerapkan syariah atau hukum Islam menurut HTI merupakan kewajiban 
bagi umat Islam karena
berIsalam secara kaffah menuntut diterapkannya aturan atau undang-undang yang berdasarkan
Alquran dan hadits di semua sendi kehidupan. dan itu merupakan dorongan dari
ideologi yang berdasarkan Islam 

berbeda dengan cara pandang mas Ulil
yang entah berpedoman pada landasan berpikir apa (yang jelas bukan Islam) yang menolak
mentah-mentah tentang diterapkannya hukum Islam meskipun mas ulil seorang Muslim.
mas ulil menolak karena mas ulil meyakini pandangan lain selain Islam.

dan sebagaimana yang telah saya katakan tadi konsekuensi logis dari
keyakinan terhadap landasan berpikir tertentu akan berupaya untuk mewujudkan
pandangan keyakinan tersebut dan berupaya untuk menolak semua pandangan
yang bertentangan dengannya.

jadi, dalam hal ini mas ulil berpijak pada suatu pandangan tertentu yang selain Islam.


karena itu bagi orang-orang HTI yang memperjuangkan Islamnya,
dan bagi mas Ulil (dan yang seide dengan mas Ulil) yang mempertahankan
ketidaksetujuannya dengan HTI diharap maklum. itulah sifat dari ideologi.
Ideologi akan membawa para pengembannya (orang-orang yang meyakininya)
untuk menerapkannya dalam kancah kehidupan.kiprahnya berupa dukungan ataupun penolakan
terhadap apa yang terjadi di tengan kehidupan berdasarkan masing-masing pandangan.

terlepas dari apa yang kita anut, paham Islam atau Liberal atau yang lain,
hendaknya masing-masing sadar apa yang telah anda yakini dan kenapa anda
mesti memperjuangkannya termasuk saya? 

kenapa saya harus memperjuangkan Liberalme? 
apa ada jaminan kekayaan ataupun kesejahteraan bagi kehidupan dunia ataupun kebahagiaan setelah mati?

Toh, masing-masing akan bertanggungjawab akan dirinya masing-masing di hadapan Tuhannya 
(itu juga kalau percaya Tuhan).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perbedaan pandangan lazim terjadi dan memang merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan.<br />
penyebabnya adalah cara berpikir. setiap orang memiliki dasar pemikiran (ideologi) yang menjadi pijakan<br />
berpikirnya.berpikir ala liberal tentu berbeda dengan berpikir ala islam, maupun dengan lainnya.<br />
ketika berargumen dengan cara pandang yang bebeda tentu akan  menghasilkan persepsi yang berbeda pula.<br />
selama dari masing masing menyandarkan pada tolok ukur yang berbeda, maka bukan titik temu yang<br />
dihasilkan melainkan perang otot ataupun adu mulut hingga berbusa-busa.<br />
berpikir liberal berarti berpikir dengan landasan liberal(kebebasan).<br />
berpikir Islami berarti berpikir dengan landasan Islam.<br />
jadi tak usah heran, kalau tidak akan ada titik temu antara<br />
kedua pandangan tersebut sebab bermula dari akar yang berbeda.<br />
Orang-orang yang memperjuangkan islam pasti dianggap meresahkan bagi orang-orang liberal<br />
meskipun &#8216;katanya&#8217; menurut orang-orang liberal &#8220;kebebasan berekspresi itu merupakan prinsipnya&#8221;.<br />
Menurut pandangan orang yang menjadikan Islam sebagai landasan berpikir, orang-orang liberal<br />
yang keukeuh menjadikan kebebasan sebagai tolok ukur kehidupannya, jelas bertentangan<br />
dengan Islam walaupun dia seorang Muslim.</p>
<p>Jadi apabila masing-masing ingin ketemu, ya harus disamain dulu landasan berpikirnya.<br />
ibarat dalam dunia kriminal dan peradilan, seseorang bisa dijerat dengan suatu hukum jika<br />
melanggar aturan atau undang-undang yang diberlakukan di suatu negara. masing-masing pengacara,pembela<br />
maupun jaksa penuntut berdalih dengan kitab undang-undang yang sama.</p>
<p>nah, sekarang apa yang akan kita jadikan pijakan hukumnya (dasar pemikirannya)?<br />
Islam (AlQuran dan Hadits) atau bukan?<br />
Jika kita berpikir tentang Islam dari sudut pandang yang lain<br />
( misalnya menurut pandangan orang-orang Barat ),<br />
berarti kita sedang memposisikan Islam sebagai terdakwa.<br />
bukan sebagai landasan. </p>
<p>persoalannya adalah berada diposisi manakah anda itu?</p>
<p>Keniscayaan yang terjadi adalah ketika kita meyakini landasan berpikir<br />
tertentu bagi kehidupan kita maka pasti akan berupaya untuk meyakinkannya kepada orang lain.</p>
<p>ketika anda meyakini Islam dengan sepenuh hati dan meyakini kebenarannya<br />
secara kaffah (sempurna) maka yang terjadi adalah anda akan berusaha<br />
untuk mendakwahkannya (menyampaikannya) kepada orang lain.<br />
dan anda pasti akan berusaha membantah dan mengoreksi semua pandangan<br />
yang tidak sesuai dengan pandangan Islam tersebut.</p>
<p>begitu pula ketika anda tidak meyakini Islam dengan sepenuh hati dan<br />
tidak meyakini kebenarannya secara keseluruhan, dan yang anda yakini<br />
adalah konsep liberal bagi manusia, maka anda akan mati-matian<br />
mengkritik orang-orang yang memperjuangkan Islam secara kaffah (sempurna).</p>
<p>jadi persoalannya adalah berada diposisi manakah anda itu?</p>
<p>memperjuangkan ideologi yang kita yakini merupakan konsekuensi logis<br />
dari kehidupan kita.</p>
<p>terlepas dari mana yang benar ataupun yang salah, kita selalu menganggap<br />
bahwa yang kita yakini itulah yang benar dan yang lainnya salah.</p>
<p>menerapkan syariah atau hukum Islam menurut HTI merupakan kewajiban<br />
bagi umat Islam karena<br />
berIsalam secara kaffah menuntut diterapkannya aturan atau undang-undang yang berdasarkan<br />
Alquran dan hadits di semua sendi kehidupan. dan itu merupakan dorongan dari<br />
ideologi yang berdasarkan Islam </p>
<p>berbeda dengan cara pandang mas Ulil<br />
yang entah berpedoman pada landasan berpikir apa (yang jelas bukan Islam) yang menolak<br />
mentah-mentah tentang diterapkannya hukum Islam meskipun mas ulil seorang Muslim.<br />
mas ulil menolak karena mas ulil meyakini pandangan lain selain Islam.</p>
<p>dan sebagaimana yang telah saya katakan tadi konsekuensi logis dari<br />
keyakinan terhadap landasan berpikir tertentu akan berupaya untuk mewujudkan<br />
pandangan keyakinan tersebut dan berupaya untuk menolak semua pandangan<br />
yang bertentangan dengannya.</p>
<p>jadi, dalam hal ini mas ulil berpijak pada suatu pandangan tertentu yang selain Islam.</p>
<p>karena itu bagi orang-orang HTI yang memperjuangkan Islamnya,<br />
dan bagi mas Ulil (dan yang seide dengan mas Ulil) yang mempertahankan<br />
ketidaksetujuannya dengan HTI diharap maklum. itulah sifat dari ideologi.<br />
Ideologi akan membawa para pengembannya (orang-orang yang meyakininya)<br />
untuk menerapkannya dalam kancah kehidupan.kiprahnya berupa dukungan ataupun penolakan<br />
terhadap apa yang terjadi di tengan kehidupan berdasarkan masing-masing pandangan.</p>
<p>terlepas dari apa yang kita anut, paham Islam atau Liberal atau yang lain,<br />
hendaknya masing-masing sadar apa yang telah anda yakini dan kenapa anda<br />
mesti memperjuangkannya termasuk saya? </p>
<p>kenapa saya harus memperjuangkan Liberalme?<br />
apa ada jaminan kekayaan ataupun kesejahteraan bagi kehidupan dunia ataupun kebahagiaan setelah mati?</p>
<p>Toh, masing-masing akan bertanggungjawab akan dirinya masing-masing di hadapan Tuhannya<br />
(itu juga kalau percaya Tuhan).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: extinguisher</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/comment-page-1/#comment-1460</link>
		<dc:creator>extinguisher</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 07:49:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/#comment-1460</guid>
		<description>ÙŠÙØ±ÙÙŠØ¯ÙÙˆÙ†ÙŽ Ø£ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙØ·Ù’ÙÙØ¦ÙÙˆØ§ Ù†ÙÙˆØ±ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØ£ÙŽÙÙ’ÙˆÙŽØ§Ù‡ÙÙ‡ÙÙ…Ù’ ÙˆÙŽÙŠÙŽØ£Ù’Ø¨ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¥ÙÙ„Ø§ Ø£ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙØªÙÙ…Ù‘ÙŽ Ù†ÙÙˆØ±ÙŽÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙˆÙ’ ÙƒÙŽØ±ÙÙ‡ÙŽ Ø§Ù„Ù’ÙƒÙŽØ§ÙÙØ±ÙÙˆÙ†ÙŽØŒ Ù‡ÙÙˆÙŽ Ø§Ù„Ù‘ÙŽØ°ÙÙŠ Ø£ÙŽØ±Ù’Ø³ÙŽÙ„ÙŽ Ø±ÙŽØ³ÙÙˆÙ„ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØ§Ù„Ù’Ù‡ÙØ¯ÙŽÙ‰ ÙˆÙŽØ¯ÙÙŠÙ†Ù Ø§Ù„Ù’Ø­ÙŽÙ‚ÙÙ‘ Ù„ÙÙŠÙØ¸Ù’Ù‡ÙØ±ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ø¯ÙÙ‘ÙŠÙ†Ù ÙƒÙÙ„ÙÙ‘Ù‡Ù ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙˆÙ’ ÙƒÙŽØ±ÙÙ‡ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ´Ù’Ø±ÙÙƒÙÙˆÙ†
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, sementara Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya. Dialah Yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran) dan agama yang benar untuk Dia menangkan atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai (QS at-Taubah [9]: 32-33). 

kita lihat aja apa akan terjadi..siapakah yg benar.. ?? Pencipta yang Maha Besar atau Manusia yg maha lemah.. huus..jangan nggosip..
sebenarnya gak usah di obrolin juga kalo sudah takdirnya akan terjadi yaaa akan terjadi.. sabaar yaa.. makanya cari tau dunx..gauuuulll doooooonk...

n Yg Maha Besar gak akan memenangkan agamaNya kalo gak ada yg memperjuangkanNya.. 

ane gak mau jadi golongan yg maha lemah..ane mau jadi golongan Yang Maha Besar(ALLAH).. 

makanya ikut berjuang n CARI TAU duunk..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ÙŠÙØ±ÙÙŠØ¯ÙÙˆÙ†ÙŽ Ø£ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙØ·Ù’ÙÙØ¦ÙÙˆØ§ Ù†ÙÙˆØ±ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØ£ÙŽÙÙ’ÙˆÙŽØ§Ù‡ÙÙ‡ÙÙ…Ù’ ÙˆÙŽÙŠÙŽØ£Ù’Ø¨ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙ‡Ù Ø¥ÙÙ„Ø§ Ø£ÙŽÙ†Ù’ ÙŠÙØªÙÙ…Ù‘ÙŽ Ù†ÙÙˆØ±ÙŽÙ‡Ù ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙˆÙ’ ÙƒÙŽØ±ÙÙ‡ÙŽ Ø§Ù„Ù’ÙƒÙŽØ§ÙÙØ±ÙÙˆÙ†ÙŽØŒ Ù‡ÙÙˆÙŽ Ø§Ù„Ù‘ÙŽØ°ÙÙŠ Ø£ÙŽØ±Ù’Ø³ÙŽÙ„ÙŽ Ø±ÙŽØ³ÙÙˆÙ„ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØ§Ù„Ù’Ù‡ÙØ¯ÙŽÙ‰ ÙˆÙŽØ¯ÙÙŠÙ†Ù Ø§Ù„Ù’Ø­ÙŽÙ‚ÙÙ‘ Ù„ÙÙŠÙØ¸Ù’Ù‡ÙØ±ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ Ø§Ù„Ø¯ÙÙ‘ÙŠÙ†Ù ÙƒÙÙ„ÙÙ‘Ù‡Ù ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙˆÙ’ ÙƒÙŽØ±ÙÙ‡ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ´Ù’Ø±ÙÙƒÙÙˆÙ†<br />
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, sementara Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya. Dialah Yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran) dan agama yang benar untuk Dia menangkan atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai (QS at-Taubah [9]: 32-33). </p>
<p>kita lihat aja apa akan terjadi..siapakah yg benar.. ?? Pencipta yang Maha Besar atau Manusia yg maha lemah.. huus..jangan nggosip..<br />
sebenarnya gak usah di obrolin juga kalo sudah takdirnya akan terjadi yaaa akan terjadi.. sabaar yaa.. makanya cari tau dunx..gauuuulll doooooonk&#8230;</p>
<p>n Yg Maha Besar gak akan memenangkan agamaNya kalo gak ada yg memperjuangkanNya.. </p>
<p>ane gak mau jadi golongan yg maha lemah..ane mau jadi golongan Yang Maha Besar(ALLAH).. </p>
<p>makanya ikut berjuang n CARI TAU duunk..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hilman</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/comment-page-1/#comment-1411</link>
		<dc:creator>hilman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 16:49:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/#comment-1411</guid>
		<description>menurut pemikiran saya dan berdasarkan diskusi dengan teman-teman saya ataupun dengan para kyai yg saya kenal,seorang Muslim masa depan yg akan memimpin dunia atau dalam hadits nabi di katakan ahlul sunah wal jamaah adalah golongan muslim yang mempunyai perpaduan pengetahuan tentang keilmuan modern atau teknologi dengan keimanan dan ketaqwaan yg tinggi untuk kemaslahatan alam semesta dan yg terpenting mempunyai rasa moderat yg tidak mempermasalahkan tentang khilafiah dan semoga golongan itu ada di Indonesia,dan kita tunggu pada awal ke 21 apa yg terjadi pada peradaban manusia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut pemikiran saya dan berdasarkan diskusi dengan teman-teman saya ataupun dengan para kyai yg saya kenal,seorang Muslim masa depan yg akan memimpin dunia atau dalam hadits nabi di katakan ahlul sunah wal jamaah adalah golongan muslim yang mempunyai perpaduan pengetahuan tentang keilmuan modern atau teknologi dengan keimanan dan ketaqwaan yg tinggi untuk kemaslahatan alam semesta dan yg terpenting mempunyai rasa moderat yg tidak mempermasalahkan tentang khilafiah dan semoga golongan itu ada di Indonesia,dan kita tunggu pada awal ke 21 apa yg terjadi pada peradaban manusia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mimi</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/comment-page-1/#comment-1406</link>
		<dc:creator>Mimi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 10:00:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/25/tentang-hizbut-tahrir-di-indonesia/#comment-1406</guid>
		<description>Apa sih definisi paradigma? Emang ada paradigma dalam Islam? menggunakan istilah paradigma saja sudah menunjukkan terminologi hipotesis manusia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa sih definisi paradigma? Emang ada paradigma dalam Islam? menggunakan istilah paradigma saja sudah menunjukkan terminologi hipotesis manusia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

