<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menjadi Muslim dengan perspektif liberal</title>
	<atom:link href="http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/</link>
	<description>Iman yang kuat tak akan takut pada keraguan. Iman yang dangkal dan dogmatis selalu was-was pada pertanyaan dan keragu-raguan.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jun 2011 12:51:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: heryan</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/comment-page-1/#comment-11124</link>
		<dc:creator>heryan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 12:25:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/#comment-11124</guid>
		<description>Ini mungkin yang dimaksud umat islam akhir zaman banyak tapi bagaikan buih dilautan, karena mereka menganut islam tidak mempunyai fondasi yang kuat sehingga mengambang dalam meyakini islam bahkan terus menerus mengkritik bahkan menganggap Alquran perlu dikritik. yang berpegang teguh pada syariat sebagai fondasi dianggap fundamental. ga apa-apa dianggap fundamental dari pada bang Ulil yang masih melayang mengkritik kesempurnaan Islam. bukankah anda tahu dalilnya Islam telah sempurna.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini mungkin yang dimaksud umat islam akhir zaman banyak tapi bagaikan buih dilautan, karena mereka menganut islam tidak mempunyai fondasi yang kuat sehingga mengambang dalam meyakini islam bahkan terus menerus mengkritik bahkan menganggap Alquran perlu dikritik. yang berpegang teguh pada syariat sebagai fondasi dianggap fundamental. ga apa-apa dianggap fundamental dari pada bang Ulil yang masih melayang mengkritik kesempurnaan Islam. bukankah anda tahu dalilnya Islam telah sempurna.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Singa Padang Pasir</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/comment-page-1/#comment-7765</link>
		<dc:creator>Singa Padang Pasir</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 04:27:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/#comment-7765</guid>
		<description>Wah..hebat! Saya sangat setuju dgn pemahaman sampeyan,Mas Ulil..
Hal yg selama ini jd misteri utk saya yaitu adanya pemahaman bahwa hanya agama Islam yg diterima utk mendapatkan surga. Disini saya bertanya-tanya, lalu bgmn dgn nasib umat Nasrani maupun Yahudi yg telah berbuat baik kpd sesama &amp; mengamalkan ajarannya dgn tulus ikhlas, seperti contohnya Bunda Theresa yg kita tau beliau sangat toleran kpd sesama. Lalu yg terbaru ada seorang pengusaha Yahudi yg membantu total pembangunan masjid, apakah mereka tetap saja salah &amp; nantinya msk neraka? Saya rasa tidak, Allah memberikan &quot;hadiah&quot; berupa surga kpd siapapun yg dikehendaki-nya.
Jadi yg selama ini saya dengar, lihat, &amp; rasakan, bahwa Islam adlh satu2nya agama yg membawa kita kpd surga, adlh pemikiran yg sangat2 sempit, pemikiran yg konservatif, padahal sikap konservatif hanya akan membatasi gerak kita utk lbh maju. Saya kira Allah tdk ingin umat-nya seperti itu. Saya cocok sekali dgn pandangan M.Ulil, bukannya utk melawan apa yg telah ada, namun bersikap kritis utk membawa Islam dlm kemajuan adlh hal yg berani &amp; patut diteladani.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah..hebat! Saya sangat setuju dgn pemahaman sampeyan,Mas Ulil..<br />
Hal yg selama ini jd misteri utk saya yaitu adanya pemahaman bahwa hanya agama Islam yg diterima utk mendapatkan surga. Disini saya bertanya-tanya, lalu bgmn dgn nasib umat Nasrani maupun Yahudi yg telah berbuat baik kpd sesama &amp; mengamalkan ajarannya dgn tulus ikhlas, seperti contohnya Bunda Theresa yg kita tau beliau sangat toleran kpd sesama. Lalu yg terbaru ada seorang pengusaha Yahudi yg membantu total pembangunan masjid, apakah mereka tetap saja salah &amp; nantinya msk neraka? Saya rasa tidak, Allah memberikan &#8220;hadiah&#8221; berupa surga kpd siapapun yg dikehendaki-nya.<br />
Jadi yg selama ini saya dengar, lihat, &amp; rasakan, bahwa Islam adlh satu2nya agama yg membawa kita kpd surga, adlh pemikiran yg sangat2 sempit, pemikiran yg konservatif, padahal sikap konservatif hanya akan membatasi gerak kita utk lbh maju. Saya kira Allah tdk ingin umat-nya seperti itu. Saya cocok sekali dgn pandangan M.Ulil, bukannya utk melawan apa yg telah ada, namun bersikap kritis utk membawa Islam dlm kemajuan adlh hal yg berani &amp; patut diteladani.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ibnu Muharram</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/comment-page-1/#comment-7640</link>
		<dc:creator>Ibnu Muharram</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 18:18:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/#comment-7640</guid>
		<description>Semenjak saya membaca tulisan-tulisan Kang Ulil, saya menjadi tertarik dengan metode berpikir Kang Ulil. Tapi saya tidak tergesa-gesa mengikutinya karena harus banyak mencaritahu seperti Kan Ulil. Terimakasih Kang Ulil, Jenengan telah memotivasi saya untuk mencaritahu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semenjak saya membaca tulisan-tulisan Kang Ulil, saya menjadi tertarik dengan metode berpikir Kang Ulil. Tapi saya tidak tergesa-gesa mengikutinya karena harus banyak mencaritahu seperti Kan Ulil. Terimakasih Kang Ulil, Jenengan telah memotivasi saya untuk mencaritahu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dony</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/comment-page-1/#comment-1318</link>
		<dc:creator>dony</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 18:15:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/#comment-1318</guid>
		<description>Wow!!! Lagi-lagi sebuah pemikiran yang aneh!!!
Anda mengaku Islam padahal pemahaman anda ini sudah sangat jauh menyimpang dari aqidah orang Islam. Anda menentang hukum dalam Al-Quran hanya karena nafsu dan akal anda yang sempit itu???  Anda mungkin merasa pintar padahal sebenarnya anda itu terlalu bodoh wahai Ulil. Mungkin pemahaman skeptis anda ini akan diterima oleh beberapa orang bodoh yang merasa pintar saja, yang lainnya tidak, kami hanya akan mentertawakan pemikiran dari orang-orang yang seperti anda ini :).... 

Demi ALLAH, Islam ialah: &quot;Mengucap dua kalimat Syahadat, Shalat lima waktu, Puasa dibulan Ramadhan, Menunaikan Zakat, Berhaji jika mampu.&quot; 

Perintah ataupun larangan didalam Al-Quran itu sudah jelas, dan Al-Hadits yang berisikan penjelasan itu juga telah diteliti oleh orang-orang yang jujur dan benar-benar mencari sebuah kebenaran (bukan orang seperti anda yang saya duga hanya berusaha mencari ketenaran saja, biar slebor asal kesohor ya??).

Tata cara shalat sudah valid didalam ilmu Fiqh. Soal perbedaan Mazhab dalam islam itu juga terdapat hikmahnya. Saya merasa sangat aneh anda masih ingin mempermasalahkan khotbah jum&#039;at atau bahasa Arab yang digunakan dalam shalat. Sebegitu dangkalkah pengetahuan anda terhadap syariat wahai Ulil???  Semoga kamu bisa insyaf yaa Ulil yang malang...... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wow!!! Lagi-lagi sebuah pemikiran yang aneh!!!<br />
Anda mengaku Islam padahal pemahaman anda ini sudah sangat jauh menyimpang dari aqidah orang Islam. Anda menentang hukum dalam Al-Quran hanya karena nafsu dan akal anda yang sempit itu???  Anda mungkin merasa pintar padahal sebenarnya anda itu terlalu bodoh wahai Ulil. Mungkin pemahaman skeptis anda ini akan diterima oleh beberapa orang bodoh yang merasa pintar saja, yang lainnya tidak, kami hanya akan mentertawakan pemikiran dari orang-orang yang seperti anda ini <img src='http://ulil.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8230;. </p>
<p>Demi ALLAH, Islam ialah: &#8220;Mengucap dua kalimat Syahadat, Shalat lima waktu, Puasa dibulan Ramadhan, Menunaikan Zakat, Berhaji jika mampu.&#8221; </p>
<p>Perintah ataupun larangan didalam Al-Quran itu sudah jelas, dan Al-Hadits yang berisikan penjelasan itu juga telah diteliti oleh orang-orang yang jujur dan benar-benar mencari sebuah kebenaran (bukan orang seperti anda yang saya duga hanya berusaha mencari ketenaran saja, biar slebor asal kesohor ya??).</p>
<p>Tata cara shalat sudah valid didalam ilmu Fiqh. Soal perbedaan Mazhab dalam islam itu juga terdapat hikmahnya. Saya merasa sangat aneh anda masih ingin mempermasalahkan khotbah jum&#8217;at atau bahasa Arab yang digunakan dalam shalat. Sebegitu dangkalkah pengetahuan anda terhadap syariat wahai Ulil???  Semoga kamu bisa insyaf yaa Ulil yang malang&#8230;&#8230; <img src='http://ulil.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alan</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/comment-page-1/#comment-1121</link>
		<dc:creator>alan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 14:56:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/22/menjadi-muslim-dengan-perspektif-liberal/#comment-1121</guid>
		<description>assalamualaikum...

Mas ulil saya tidak mau berkomentar di postingan ini.. tapi saya sangat mengharapkan anda bisa menjawab apa yang di sampaikan oleh mas abufafa disini. terima kasih

salam,

MN</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum&#8230;</p>
<p>Mas ulil saya tidak mau berkomentar di postingan ini.. tapi saya sangat mengharapkan anda bisa menjawab apa yang di sampaikan oleh mas abufafa disini. terima kasih</p>
<p>salam,</p>
<p>MN</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

