<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hukum Islam selalu berubah sesuai dengan konteksnya</title>
	<atom:link href="http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/</link>
	<description>Iman yang kuat tak akan takut pada keraguan. Iman yang dangkal dan dogmatis selalu was-was pada pertanyaan dan keragu-raguan.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jun 2011 12:51:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Muhammad Baiquni</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/comment-page-1/#comment-7284</link>
		<dc:creator>Muhammad Baiquni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 16:37:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/#comment-7284</guid>
		<description>mas ulil, soal yang jilbab itu saya pernah nanya ke teman bahwa jilbab itu produk budaya arabiyah.

Tapi dia jawab begini: &quot;jika produk budaya, mengapa ketika ayat tentang jilbab itu turun semua wanita menarik kain-kain untuk menutup dirinya&quot;

Saya harus jawab bagaimana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas ulil, soal yang jilbab itu saya pernah nanya ke teman bahwa jilbab itu produk budaya arabiyah.</p>
<p>Tapi dia jawab begini: &#8220;jika produk budaya, mengapa ketika ayat tentang jilbab itu turun semua wanita menarik kain-kain untuk menutup dirinya&#8221;</p>
<p>Saya harus jawab bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adibbo</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/comment-page-1/#comment-1305</link>
		<dc:creator>adibbo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 14:59:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/#comment-1305</guid>
		<description>saudaraku kaum muslimin berhati-hatilah dengan cara pandang JIL, jangan mudah terbuai dengan ulasan2 yang lambat laun membawa ke alam pikiran semua agama benar dengan logika2 yang mengatakan semua agama tidak ada yang mengajarkan keburukan atau kejahatan. Yang perlu diingat Quran adalah firman Allah dan sudah pasti kesuciannya.
Maunya tokoh JIL ini jilbab tdk penting yg penting esensinya agar tdk dilecehkan. Sehingga bisa aja dianalogikan bahwa boleh2 aja para pemuda2 untuk datang ke pelacuran dengan alasan untuk mengetest iman.
Hahaha...Gile...
Hati2 lah kaum muslimin, jangan mudah teracuni keimanan kita, amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saudaraku kaum muslimin berhati-hatilah dengan cara pandang JIL, jangan mudah terbuai dengan ulasan2 yang lambat laun membawa ke alam pikiran semua agama benar dengan logika2 yang mengatakan semua agama tidak ada yang mengajarkan keburukan atau kejahatan. Yang perlu diingat Quran adalah firman Allah dan sudah pasti kesuciannya.<br />
Maunya tokoh JIL ini jilbab tdk penting yg penting esensinya agar tdk dilecehkan. Sehingga bisa aja dianalogikan bahwa boleh2 aja para pemuda2 untuk datang ke pelacuran dengan alasan untuk mengetest iman.<br />
Hahaha&#8230;Gile&#8230;<br />
Hati2 lah kaum muslimin, jangan mudah teracuni keimanan kita, amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hamba allah</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/comment-page-1/#comment-739</link>
		<dc:creator>Hamba allah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 11:11:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/#comment-739</guid>
		<description>Jil adalah Ketika akal di kedepankan di banding iman. Akal yg dipakai pun tidak masuk akal karena manusia gudangnya kesalahan.allah swt adalah maha segalanya. Ayat al quran dikatakan ada yg tdk sesuai perkembangan zaman,jilbab cuma budaya pakaian bangsa arab...astaghfirullah.nanti2 jil bisa jg bilang sholat lima waktu tuh hanya utk masa dahulu,ketika lalu lintas tidak macet,sekarang dah macet banget blh ja 2 waktu.sesungguhnya jalan ke surga dan ke neraka itu dah jelas sekali,bak siang dan malam dengan adanya al quran dan al hadist,tidak ada keraguan sedikitpun tentangnya.kaum muslimin,mhn lah perlindungan dari bisikan syaitan yg terkutuk.jil,bertobatlah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jil adalah Ketika akal di kedepankan di banding iman. Akal yg dipakai pun tidak masuk akal karena manusia gudangnya kesalahan.allah swt adalah maha segalanya. Ayat al quran dikatakan ada yg tdk sesuai perkembangan zaman,jilbab cuma budaya pakaian bangsa arab&#8230;astaghfirullah.nanti2 jil bisa jg bilang sholat lima waktu tuh hanya utk masa dahulu,ketika lalu lintas tidak macet,sekarang dah macet banget blh ja 2 waktu.sesungguhnya jalan ke surga dan ke neraka itu dah jelas sekali,bak siang dan malam dengan adanya al quran dan al hadist,tidak ada keraguan sedikitpun tentangnya.kaum muslimin,mhn lah perlindungan dari bisikan syaitan yg terkutuk.jil,bertobatlah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aljo</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/comment-page-1/#comment-607</link>
		<dc:creator>aljo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 02:56:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/#comment-607</guid>
		<description>Assalamu alaikum
Menarik sekali ulasan Mas Ulil. Kita prihatin sekali, mereka yang selalu mengklaim dirinya sebagai &quot;firqotun najiyah&quot;, &quot;thaifah mansurah&quot; dan klaim-klaim lainnya,  ternyata mudah sekali jatuh dalam pertengkaran dan perpecahan satu dengan lainnya, bahkan tak jarang  mereka sampai saling mengkafirkan.
Kalau kita baca di situs-situs mereka, mereka juga gemar sekali mengumbar aib individu atau jemaah lain yang tak sepaham dengan mereka. Semua itu kayaknya halal bagi mereka dengan alasan bahwa hal itu dilakukan demi memberi nasehat dan &quot;tahdlir&quot;.

Ala kulli hal (niru Mas Ulil) saya usul juga untuk Mas Ulil, agar sesekali juga menulis sebuah otokritik atau muhasabah untuk teman-teman Mas Ulil (baca eN U) juga, yang sekarang ini kayaknya juga rawan sekali pecah dan diadu domba demi kepentingan politik sesaat. Terus terang sebagai seorang yang dibesarkan di lingkungan Nahdliyyin (meskipun tidak sekental Mas Ulil), saya sering gemas, kesal dan kadang-kadang juga agak &quot;marah&quot; dengan fenomena2 tersebut.
Selama ini, setahu saya kalau Mas Ulil menulis tentang lingkungan yang membesarkannya, seringkali hanya menulis hal-hal yang bersifat nostalgia dan romantis saja, bahwa masa lalu itu sangat indah, sangat jaya dsb. Padahal Mas Ulil juga sering mengingatkan kita agar jangan terpukau dan terbelenggu dengan masa lalu kita.
Memang berat ya Mas Ulil nulis soal-soal yang bersifat otokritik, apalagi hal itu menyangkut diri kita, keluarga, teman dan lain sebagainya.
Maaf kalau komentar ini kurang berkenan dan bahasanya tak se&quot;ciamik&quot; Mas Ulil.
Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum<br />
Menarik sekali ulasan Mas Ulil. Kita prihatin sekali, mereka yang selalu mengklaim dirinya sebagai &#8220;firqotun najiyah&#8221;, &#8220;thaifah mansurah&#8221; dan klaim-klaim lainnya,  ternyata mudah sekali jatuh dalam pertengkaran dan perpecahan satu dengan lainnya, bahkan tak jarang  mereka sampai saling mengkafirkan.<br />
Kalau kita baca di situs-situs mereka, mereka juga gemar sekali mengumbar aib individu atau jemaah lain yang tak sepaham dengan mereka. Semua itu kayaknya halal bagi mereka dengan alasan bahwa hal itu dilakukan demi memberi nasehat dan &#8220;tahdlir&#8221;.</p>
<p>Ala kulli hal (niru Mas Ulil) saya usul juga untuk Mas Ulil, agar sesekali juga menulis sebuah otokritik atau muhasabah untuk teman-teman Mas Ulil (baca eN U) juga, yang sekarang ini kayaknya juga rawan sekali pecah dan diadu domba demi kepentingan politik sesaat. Terus terang sebagai seorang yang dibesarkan di lingkungan Nahdliyyin (meskipun tidak sekental Mas Ulil), saya sering gemas, kesal dan kadang-kadang juga agak &#8220;marah&#8221; dengan fenomena2 tersebut.<br />
Selama ini, setahu saya kalau Mas Ulil menulis tentang lingkungan yang membesarkannya, seringkali hanya menulis hal-hal yang bersifat nostalgia dan romantis saja, bahwa masa lalu itu sangat indah, sangat jaya dsb. Padahal Mas Ulil juga sering mengingatkan kita agar jangan terpukau dan terbelenggu dengan masa lalu kita.<br />
Memang berat ya Mas Ulil nulis soal-soal yang bersifat otokritik, apalagi hal itu menyangkut diri kita, keluarga, teman dan lain sebagainya.<br />
Maaf kalau komentar ini kurang berkenan dan bahasanya tak se&#8221;ciamik&#8221; Mas Ulil.<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oktara</title>
		<link>http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/comment-page-1/#comment-523</link>
		<dc:creator>oktara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 02:56:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/08/03/hukum-islam-selalu-berubah-sesuai-dengan-konteksnya/#comment-523</guid>
		<description>Saya cenderung setuju dengan apa yang ditulis Mas Ulil di atas.Pendapat yang kurang lebih sama juga pernah diutarakan oleh Gamal Al-Banna.
Dan&#039; tidak heran&#039; jika pendapat seperti  Mas Ulil,Gamal Al Banna bahkan pendapat Quraish Shihab mengenai masalah jilbab akan &#039;sangat sulit&#039; diterima oleh kalangan &#039;konservatif&#039;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya cenderung setuju dengan apa yang ditulis Mas Ulil di atas.Pendapat yang kurang lebih sama juga pernah diutarakan oleh Gamal Al-Banna.<br />
Dan&#8217; tidak heran&#8217; jika pendapat seperti  Mas Ulil,Gamal Al Banna bahkan pendapat Quraish Shihab mengenai masalah jilbab akan &#8216;sangat sulit&#8217; diterima oleh kalangan &#8216;konservatif&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

