Ulil Abshar-Abdalla on August 31st, 2008

KEGIATAN yang selalu saya usahakan untuk saya lakukan secara rutin selama sekolah di Boston ini adalah lari. Ini adalah olah raga murah yang tak membutuhkan modal apapun kecuali kemauan saja, selain, tentu, beberapa dolar untuk membeli sepatu olah raga. Hari Sabtu kemaren (30/8), saya lari dan mencetak rekor baru yang sungguh menyenangkan buat saya. Biasanya, [...]

Continue reading about Kejadian-kejadian kecil saat lari di Boston

Ulil Abshar-Abdalla on August 27th, 2008

[Catatan: Esei berikut ini saya tulis sebagai kata pengantar pendek untuk buku M. Shofan, seorang intelektual Muhammadiyah, berjudul "Dari Puritanisme ke Fundamentalisme: Muhammadiyah Berbalik Arah". Buku ini akan segera terbit dalam beberapa hari mendatang.] MELALUI buku ini, M. Shofan, seorang intelektual Muhammadiyah, berusaha mendialogkan Islam dengan tantangan yang dihadapi oleh umat Islam saat ini, terutama [...]

Continue reading about MEREKONSTRUKSI KEMBALI GERAKAN SALAFIYYAH

Ulil Abshar-Abdalla on August 25th, 2008

MUNGKIN sebagian teman-teman heran, kenapa saya seperti terobsesi untuk melakukan kritik terhadap kelompok bernama Hizbut Tahrir (HT), kelompok yang didirikan oleh . Ketika masih di Jakarta dulu, saya sering sekali melakukan “tour” ke sejumlah kampus untuk menghadiri sejumlah diskusi yang diadakan oleh beberapa kelompok mahasiswa. Selain ke kampus, saya juga sering mendatangi forum-forum diskusi di [...]

Continue reading about Tentang Hizbut Tahrir di Indonesia

Ulil Abshar-Abdalla on August 23rd, 2008

SAYA kerap mendengar pernyataan aktivis Hizbut Tahrir (HT), gerakan Islam yang dikenal dengan “mimpi besar” untuk menegakkan negara Islam internasional itu (dikenal dengan negara khilafah), bahwa fakta sosial tak bisa menjadi dasar landasan penetapan hukum. Pernyataan ini pertama kali saya dengar dari jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto, saat saya dan dia berbicara dalam [...]

Continue reading about Kritik kecil atas argumen aktivis Hizbut Tahrir

Ulil Abshar-Abdalla on August 23rd, 2008

WAKTU masih di Jakarta, saya sering melaksanakan salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa karena dekat dengan kantor Freedom Institute. Saya senang sekali Jumatan di sana bukan karena itu adalah masjid kelas menengah di kawasan Menteng. Tetapi karena ada “pemandangan sosial” yang menarik sekali di sana. Seluruh halaman masjid hingga ke jalan-jalan menjadi “pasar tiban” yang [...]

Continue reading about Beberapa pengalaman salat Jumat di Jakarta