<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Memo untuk pemerintah Indonesia &#8212; Perihal MUI</title>
	<atom:link href="http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/</link>
	<description>Iman yang kuat tak akan takut pada keraguan. Iman yang dangkal dan dogmatis selalu was-was pada pertanyaan dan keragu-raguan.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jun 2011 12:51:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: teknik onani wanita</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/comment-page-1/#comment-7063</link>
		<dc:creator>teknik onani wanita</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 07:46:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/#comment-7063</guid>
		<description>Great thread. Enjoyed the posts...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Great thread. Enjoyed the posts&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hamba Allah Yang Hina</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/comment-page-1/#comment-1048</link>
		<dc:creator>Hamba Allah Yang Hina</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 03:36:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/#comment-1048</guid>
		<description>Assalamualaikum WR WB
Bismillahi Rohmani Rohim
Firman Allah QS. Al-Hujurat : 11 sbb :â€œWahai orang-orang beriman! Janganlah kaum lelaki menghinakan kaum lelaki yang lain, karena boleh jadi yang dihinakan itu lebih baik daripada orang yang menghina. Dan janganlah kaum wanita menghina wanita yang lain, boleh jadi yang dihina itu lebih baik daripada yang menghina. Janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengah yang lain. Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelaran yang buruk (yang tidak baik). Seburuk-buruk nama ialah fasik setelah beriman. Sesiapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang yang zalim.â€
Demikianlah sebagai pengingat saya sebagai manusia yang bodoh dan hina ini, agar saya tidak menghina orang lain.
Mohon maaf atas segala kesalahan dan kepada Allah SWT saya mohon ampun.
Alhamdulillahi Robbil Alamin
Wassalamualaikum WR WB</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum WR WB<br />
Bismillahi Rohmani Rohim<br />
Firman Allah QS. Al-Hujurat : 11 sbb :â€œWahai orang-orang beriman! Janganlah kaum lelaki menghinakan kaum lelaki yang lain, karena boleh jadi yang dihinakan itu lebih baik daripada orang yang menghina. Dan janganlah kaum wanita menghina wanita yang lain, boleh jadi yang dihina itu lebih baik daripada yang menghina. Janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengah yang lain. Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelaran yang buruk (yang tidak baik). Seburuk-buruk nama ialah fasik setelah beriman. Sesiapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang yang zalim.â€<br />
Demikianlah sebagai pengingat saya sebagai manusia yang bodoh dan hina ini, agar saya tidak menghina orang lain.<br />
Mohon maaf atas segala kesalahan dan kepada Allah SWT saya mohon ampun.<br />
Alhamdulillahi Robbil Alamin<br />
Wassalamualaikum WR WB</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sufi Muda</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/comment-page-1/#comment-547</link>
		<dc:creator>Sufi Muda</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 03:00:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/#comment-547</guid>
		<description>Di Aceh, awal kemerdekaan telah ada Lembaga pemersatu ulama, namanya PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh), inilah kemudian menjadi cikal bakal lahirnya MUI (Majelis Ulama Indonesia).
Dalam perjalanannya yang lumayan panjang (30 tahun), MUI sebagai sebuah institusi karya manusia tentu tidak luput dari kesilapan dan kesalahan, sehingga banyak pandangan miring ditujukan kepada MUI karena keberpihakannya kepada pemerintah bukan kepada ummat

Setelah reformasi, Para Ulama di Aceh sepakat untuk membubarkan MUI dan menggantikan dengan MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama), bedanya kalau dulu MUI banyak diisi oleh Ulama pro pemerintah maka dalam kepengurusan MPU banyak merekrut Ulama-ulama Dayah (pasantren), yang lebih mengerti persoalan ummat.

Jadi kalau anda jalan-jalan ke Aceh tidak akan pernah anda temui yang namanya MUI 

Mengkritik MUI tidaklah berarti mengkritik Ulama secara keseluruhan, saya yakin sekali di MUI masih banyak Ulama-ulama yang ikhlas mengabdikan ilmunya bagi kemajuan ummat, Ulama yang selalu mendoâ€™akan agar ummat Islam Jaya, makmur dan sejahtera
Kritik kepada MUI tidak lain adalah sebuah penyampaian keluh kesah kita sebagai orang awam kepada Para Ulama, agar dimasa mendatang MUI menjadi Lembaga yang benar2 memberikan kesejukan, menjadi payung bagi seluruh ummat Islam, tempat bergantung orang2 â€œTerpinggirkanâ€.
Kita semua berharap MUI lebih bijak dalam mengeluarkan Fatwa, tidak asal tuduh sesat,.
Selama ini terhadap aliran yag diidentifikasikan SESAT, MUI hanya menerima masukan dari pihak ketiga (LPPI cs) tidak langsung mengadakan penyelidikan, tidak mengajak dialog orang2 yang di anggap menyimpang.
Kita tidak setuju Islam dirorong oleh aliran2 sempalan, tetapi kita juga tidak setuju cara MUI menanganinya.

Jika MUI tidak berbenah, maka senang atau tidak senang nasibnya akan sama seperti di Acehâ€¦
Dibubarkanâ€¦ dan digantikan oleh sebuah Lembaga yang lebih baikâ€¦
Biarlah waktu yang berbicaraâ€¦

Wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di Aceh, awal kemerdekaan telah ada Lembaga pemersatu ulama, namanya PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh), inilah kemudian menjadi cikal bakal lahirnya MUI (Majelis Ulama Indonesia).<br />
Dalam perjalanannya yang lumayan panjang (30 tahun), MUI sebagai sebuah institusi karya manusia tentu tidak luput dari kesilapan dan kesalahan, sehingga banyak pandangan miring ditujukan kepada MUI karena keberpihakannya kepada pemerintah bukan kepada ummat</p>
<p>Setelah reformasi, Para Ulama di Aceh sepakat untuk membubarkan MUI dan menggantikan dengan MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama), bedanya kalau dulu MUI banyak diisi oleh Ulama pro pemerintah maka dalam kepengurusan MPU banyak merekrut Ulama-ulama Dayah (pasantren), yang lebih mengerti persoalan ummat.</p>
<p>Jadi kalau anda jalan-jalan ke Aceh tidak akan pernah anda temui yang namanya MUI </p>
<p>Mengkritik MUI tidaklah berarti mengkritik Ulama secara keseluruhan, saya yakin sekali di MUI masih banyak Ulama-ulama yang ikhlas mengabdikan ilmunya bagi kemajuan ummat, Ulama yang selalu mendoâ€™akan agar ummat Islam Jaya, makmur dan sejahtera<br />
Kritik kepada MUI tidak lain adalah sebuah penyampaian keluh kesah kita sebagai orang awam kepada Para Ulama, agar dimasa mendatang MUI menjadi Lembaga yang benar2 memberikan kesejukan, menjadi payung bagi seluruh ummat Islam, tempat bergantung orang2 â€œTerpinggirkanâ€.<br />
Kita semua berharap MUI lebih bijak dalam mengeluarkan Fatwa, tidak asal tuduh sesat,.<br />
Selama ini terhadap aliran yag diidentifikasikan SESAT, MUI hanya menerima masukan dari pihak ketiga (LPPI cs) tidak langsung mengadakan penyelidikan, tidak mengajak dialog orang2 yang di anggap menyimpang.<br />
Kita tidak setuju Islam dirorong oleh aliran2 sempalan, tetapi kita juga tidak setuju cara MUI menanganinya.</p>
<p>Jika MUI tidak berbenah, maka senang atau tidak senang nasibnya akan sama seperti di Acehâ€¦<br />
Dibubarkanâ€¦ dan digantikan oleh sebuah Lembaga yang lebih baikâ€¦<br />
Biarlah waktu yang berbicaraâ€¦</p>
<p>Wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oktara</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/comment-page-1/#comment-524</link>
		<dc:creator>oktara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 03:00:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/#comment-524</guid>
		<description>Menurut saya MUI sebaiknya dibubarkan saja,dan fungsi MUI selama ini diambil alih saja oleh Departemen Agama.Atau jika tidak dibubarkan,ya dibentuk UU yang lebih &#039;jelas&#039; mengenai status dari MUI.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya MUI sebaiknya dibubarkan saja,dan fungsi MUI selama ini diambil alih saja oleh Departemen Agama.Atau jika tidak dibubarkan,ya dibentuk UU yang lebih &#8216;jelas&#8217; mengenai status dari MUI.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wied</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/comment-page-1/#comment-475</link>
		<dc:creator>wied</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 06:06:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/26/memo-untuk-pemerintah-indonesia-soal-mui/#comment-475</guid>
		<description>aduh Bung Ulil, kepinteran deh tulisannya, jd capee deh.....!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aduh Bung Ulil, kepinteran deh tulisannya, jd capee deh&#8230;..!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

