<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tentang utopia dan demokrasi yang bagai &#8220;siput&#8221;</title>
	<atom:link href="http://ulil.net/2008/07/13/tentang-utopia-dan-demokrasi-yang-bagai-siput/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ulil.net/2008/07/13/tentang-utopia-dan-demokrasi-yang-bagai-siput/</link>
	<description>Iman yang kuat tak akan takut pada keraguan. Iman yang dangkal dan dogmatis selalu was-was pada pertanyaan dan keragu-raguan.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jul 2010 11:09:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: danny</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/13/tentang-utopia-dan-demokrasi-yang-bagai-siput/comment-page-1/#comment-1018</link>
		<dc:creator>danny</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 19:33:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/13/tentang-utopia-dan-demokrasi-yang-bagai-siput/#comment-1018</guid>
		<description>&quot;Utopia, dalam arti luas dan umumnya, menunjuk ke sebuah masyarakat hipotetis sempurna. Dia juga digunakan untuk menggambarkan komunitas nyata yang didirikan dalam usaha menciptakan masyarakat di atas. Kata sifat utopian digunakan untuk merujuk ke sebuah proposal yang baik namun (secara fisik, sosial, ekonomi, atau politik) tidak mungkin terjadi, atau paling tidak merupakan sesuatu yang sulit dilaksanakan.&quot; (Wikipedia)

Dari definisi-nya saja itu hil-yg mustahal, Allah SWT menciptakan manusia bukan malaikat di bumi ini, kalau kita mau jujur, dalam kehidupan nyata yg kita hadapi sehari-hari (dimana nilai uang/materi sbg tolok ukur keberhasilan seseorang), seperti tesisnya Maslow, bagaimana kita mau bicara atau berbuat hal yg ideal/ekspresi diri selama kebutuhan dasar kita sbg manusia belum terpenuhi. 
Saya koq yakin 1000% seandainya cita-cita FPI atau HTI itu memang benar-benar terwujud di negara ini, pada akhirnya mereka cuma lebih banyak ribut soal kekuasaan yg berujung pada materi juga. Belum lagi kelompok2 fundamentalis lain yg pastinya minta jatah kekuasaan juga.
Jadikan Etika Islam mewarnai kehidupan kita , bangkitkan negara kita menjadi seperti China atau India (yg dekat dgn kita), kalau yg kita ributkan cuma negara khilafah melulu ujungnya NKRI cuma jadi negara paria atau paling banter negara bingung yg terpinggirkan.
Islam pasti Jaya dan Memang Sudah tanpa ada FPI atau HTI.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Utopia, dalam arti luas dan umumnya, menunjuk ke sebuah masyarakat hipotetis sempurna. Dia juga digunakan untuk menggambarkan komunitas nyata yang didirikan dalam usaha menciptakan masyarakat di atas. Kata sifat utopian digunakan untuk merujuk ke sebuah proposal yang baik namun (secara fisik, sosial, ekonomi, atau politik) tidak mungkin terjadi, atau paling tidak merupakan sesuatu yang sulit dilaksanakan.&#8221; (Wikipedia)</p>
<p>Dari definisi-nya saja itu hil-yg mustahal, Allah SWT menciptakan manusia bukan malaikat di bumi ini, kalau kita mau jujur, dalam kehidupan nyata yg kita hadapi sehari-hari (dimana nilai uang/materi sbg tolok ukur keberhasilan seseorang), seperti tesisnya Maslow, bagaimana kita mau bicara atau berbuat hal yg ideal/ekspresi diri selama kebutuhan dasar kita sbg manusia belum terpenuhi.<br />
Saya koq yakin 1000% seandainya cita-cita FPI atau HTI itu memang benar-benar terwujud di negara ini, pada akhirnya mereka cuma lebih banyak ribut soal kekuasaan yg berujung pada materi juga. Belum lagi kelompok2 fundamentalis lain yg pastinya minta jatah kekuasaan juga.<br />
Jadikan Etika Islam mewarnai kehidupan kita , bangkitkan negara kita menjadi seperti China atau India (yg dekat dgn kita), kalau yg kita ributkan cuma negara khilafah melulu ujungnya NKRI cuma jadi negara paria atau paling banter negara bingung yg terpinggirkan.<br />
Islam pasti Jaya dan Memang Sudah tanpa ada FPI atau HTI.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Sahidah</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/13/tentang-utopia-dan-demokrasi-yang-bagai-siput/comment-page-1/#comment-1015</link>
		<dc:creator>Ahmad Sahidah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 05:24:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/13/tentang-utopia-dan-demokrasi-yang-bagai-siput/#comment-1015</guid>
		<description>Saya juga memerhatikan dari dekat prilaku kader PKS yang tampa pamrih bergerak menyapa pekerja Indonesia di Malaysia dengan pengajian, konsultasi dan pelayanan yang mereka butuhkan. Meskipun bacaan mereka Hassan al-Banna dan Sayyid Qutb, tapi mereka menggunakan batik, bukan gamis. 

Partai lain menunggu pemilu untuk bekerja, itupun karena iming-iming kaos dan ongkos ala kadarnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga memerhatikan dari dekat prilaku kader PKS yang tampa pamrih bergerak menyapa pekerja Indonesia di Malaysia dengan pengajian, konsultasi dan pelayanan yang mereka butuhkan. Meskipun bacaan mereka Hassan al-Banna dan Sayyid Qutb, tapi mereka menggunakan batik, bukan gamis. </p>
<p>Partai lain menunggu pemilu untuk bekerja, itupun karena iming-iming kaos dan ongkos ala kadarnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iwan</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/13/tentang-utopia-dan-demokrasi-yang-bagai-siput/comment-page-1/#comment-344</link>
		<dc:creator>Iwan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 10:26:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/13/tentang-utopia-dan-demokrasi-yang-bagai-siput/#comment-344</guid>
		<description>Mas Ulil, maaf komentar lagi, jelas berbeda umpamanya bila sama-sama punya nama Faisol, satunya kerja dikantor dengan gaji diatas 10 juta rupiah dan Faisol yang tukang becak dengan pendapatan dibawah 500 ribu rupiah bila menonton dvd film Titanic. Satunya bisa terharu dan memiliki semacam spirit hidup, satunya boleh jadi mengulang-ulang adegan saat si Rose dilukis telanjang, belum yang seperti saya yang bisa jadi merasa dan melakukan kedua-duanya (he he he bercanda).... Sekali lagi, saya setuju pendapat jenengan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Ulil, maaf komentar lagi, jelas berbeda umpamanya bila sama-sama punya nama Faisol, satunya kerja dikantor dengan gaji diatas 10 juta rupiah dan Faisol yang tukang becak dengan pendapatan dibawah 500 ribu rupiah bila menonton dvd film Titanic. Satunya bisa terharu dan memiliki semacam spirit hidup, satunya boleh jadi mengulang-ulang adegan saat si Rose dilukis telanjang, belum yang seperti saya yang bisa jadi merasa dan melakukan kedua-duanya (he he he bercanda)&#8230;. Sekali lagi, saya setuju pendapat jenengan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andri</title>
		<link>http://ulil.net/2008/07/13/tentang-utopia-dan-demokrasi-yang-bagai-siput/comment-page-1/#comment-340</link>
		<dc:creator>Andri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 06:25:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/07/13/tentang-utopia-dan-demokrasi-yang-bagai-siput/#comment-340</guid>
		<description>Salute! tapi mas yang membuat saya khawatir adalah tradisi Indonesia yang sama sekali tidak punya tradisi Liberal. (konon demokrasi yang berhasil itu hanya disokong oleh kultur yang liberal, benar gak sih?). sedangkan Indonesia Lahir dari Ibu Islam dan Bapak Sosialis, yang sama-sama punya tendensi Totalitarian-Fasistik. Lihat saja buku-buku yang nge-trend dikalangan anak muda adalah kedua jenis buku tersebut. realitas di akar rumput juga demikian. gerakan-gerakan mahasiswa hanya didominasi oleh kedua ideologi: &quot;Kiri&quot; dan Kanan (Islam). di Indonesia ini sulit sekali mengembangkan kelompok libertarian yang percaya dengan kultur liberal dalam masalah sosial-ekopol.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salute! tapi mas yang membuat saya khawatir adalah tradisi Indonesia yang sama sekali tidak punya tradisi Liberal. (konon demokrasi yang berhasil itu hanya disokong oleh kultur yang liberal, benar gak sih?). sedangkan Indonesia Lahir dari Ibu Islam dan Bapak Sosialis, yang sama-sama punya tendensi Totalitarian-Fasistik. Lihat saja buku-buku yang nge-trend dikalangan anak muda adalah kedua jenis buku tersebut. realitas di akar rumput juga demikian. gerakan-gerakan mahasiswa hanya didominasi oleh kedua ideologi: &#8220;Kiri&#8221; dan Kanan (Islam). di Indonesia ini sulit sekali mengembangkan kelompok libertarian yang percaya dengan kultur liberal dalam masalah sosial-ekopol.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
