Ulil Abshar-Abdalla on July 28th, 2008

ISENG-iseng, saya menemukan situs menarik, yaitu Scribd yang memuat buku-buku on-line gratis. Di sana, secara tak sengaja, saya menemukan sebuah buku yang menarik, yaitu Syamsul Ma’arif al-Kubra karangan Syekh Ahmad Ali al-Buni. Waktu saya masih di pesantren dulu, ini semacam “buku suci” dengan aura yang sangat misterius. Persepsi populer di kalangan pesantren saya dulu, buku [...]

Continue reading about Syamsul Ma’arif al-Kubra dan kosmologi Islam klasik

Ulil Abshar-Abdalla on July 27th, 2008

SEORANG teman dari Yogyakarta, Slamet Tohari, begitu gigih berbicara tentang hak-hak mereka yang sering disebut sebagai “diffable”. Ini adalah istilah baru yang muncul belakangan untuk menyebut orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik. Istilah itu merupakan akronim dari “differently able (people)”, yakni mereka yang memiliki kemampuan beda. Oleh karena itu, saya memakai terjemahan yang masih serba coba-coba, [...]

Continue reading about Mengabaikan mereka yang berdaya beda — Alias “diffable”

Ulil Abshar-Abdalla on July 26th, 2008

KAMIS lalu, 24/7/2008, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meresmikan gedung baru yang dibangun dengan biaya APBN sebesar 8,9 milyar rupiah. Peresmian gedung dihadiri oleh sejumlah menteri, antara lain Menteri Agama, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), Wakil Ketua MPR, Wakil Gubernur DKI, dan, tentunya, tokoh-tokoh MUI sendiri. Gedung baru itu terletak di kawasan yang lumayan bergengsi [...]

Continue reading about Memo untuk pemerintah Indonesia — Perihal MUI

Ulil Abshar-Abdalla on July 23rd, 2008

Kisah-kisah petualangan yang digubah oleh Karl May (1842-1912) tampaknya perlu kita baca kembali sekarang, pada saat dunia kita dipenuhi oleh tokoh-tokoh “jahat” semacam Bush, Saddam dan Osamah. Pujangga Jerman yang telah melahirkan tokoh Winnetou itu, menggubah kisah-kisah perjalanan yang mengilhami jutaan remaja dan orang dewasa si seluruh dunia. Ilham yang terbit dari kisah-kisah Karl May [...]

Continue reading about Mengenang kembali kisah-kisah Karl May

Ulil Abshar-Abdalla on July 21st, 2008

MEREKA yang akrab dengan perdebatan filsafat politik tentu paham benar tentang suatu soal yang menjadi debat seru di kalangan “political theorists”, yaitu soal ukuran besar kecilnya pemerintahan: apakah pemerintahan harus langsing atau bongsor? Kalangan konservatif atau kanan (dalam tradisi politik di Amerika diwakili oleh Partai Republik) cenderung pada bentuk pemerintahan yang langsing, ramping, dan kecil. [...]

Continue reading about Pemerintahan yang “bongsor”, “langsing” atau “kuat”?