<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: To be louder doesn&#8217;t make you &#8220;holier&#8221;</title>
	<atom:link href="http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/</link>
	<description>Iman yang kuat tak akan takut pada keraguan. Iman yang dangkal dan dogmatis selalu was-was pada pertanyaan dan keragu-raguan.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jun 2011 12:51:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Prapto</title>
		<link>http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/comment-page-1/#comment-11161</link>
		<dc:creator>Prapto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 14:49:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/#comment-11161</guid>
		<description>Saya setuju dengan pendapat sampeyan mas. Belum lama ini saya sangat sedih melihat video kekerasan terhadap jamaah ahmadiah di youtube. Mosok mayat telanjang dari salah seorang jamaah ahmadiyah masih diinjak-injak dengan meneriakan Allahu Akbar ! Saya mungkin bukanlah orang islam yang &quot;soleh&quot; tapi hati nurani saya tidak dapat membenarkan tindakan biadab itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju dengan pendapat sampeyan mas. Belum lama ini saya sangat sedih melihat video kekerasan terhadap jamaah ahmadiah di youtube. Mosok mayat telanjang dari salah seorang jamaah ahmadiyah masih diinjak-injak dengan meneriakan Allahu Akbar ! Saya mungkin bukanlah orang islam yang &#8220;soleh&#8221; tapi hati nurani saya tidak dapat membenarkan tindakan biadab itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andri</title>
		<link>http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/comment-page-1/#comment-284</link>
		<dc:creator>Andri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 03:36:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/#comment-284</guid>
		<description>Nampaknya fenomena &quot;Ge-Er&quot;,  bukan hanya dialami oleh anak muda, tapi juga oleh para fundamentalis yg sudah beranjak tua. waktu lihat gambar FPI -diatangkapin- di kompas, mereka terlihat teriak-teriak (pasti menyebut &quot;Allahu akbar&quot;). Saya yakin itu memang keinginan mereka berurusan dengan yang berwajib, dan seolah-olah penangkapan tersebut adalah bagian dari &quot;perjuangan&quot;. padahal diluar sana, banyak orang (termasuk saya) yang melihat tingkah mereka tidak lebih (maaf) seperti  sebuah ketololan belaka.  Saya semakin miris tapi juga kasihan, karena tingkah laku demikian sepertinya hanya menjustifikasi statement &quot;agama hanya untuk orang miskin dan bodoh&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nampaknya fenomena &#8220;Ge-Er&#8221;,  bukan hanya dialami oleh anak muda, tapi juga oleh para fundamentalis yg sudah beranjak tua. waktu lihat gambar FPI -diatangkapin- di kompas, mereka terlihat teriak-teriak (pasti menyebut &#8220;Allahu akbar&#8221;). Saya yakin itu memang keinginan mereka berurusan dengan yang berwajib, dan seolah-olah penangkapan tersebut adalah bagian dari &#8220;perjuangan&#8221;. padahal diluar sana, banyak orang (termasuk saya) yang melihat tingkah mereka tidak lebih (maaf) seperti  sebuah ketololan belaka.  Saya semakin miris tapi juga kasihan, karena tingkah laku demikian sepertinya hanya menjustifikasi statement &#8220;agama hanya untuk orang miskin dan bodoh&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ulil Abshar-Abdalla</title>
		<link>http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/comment-page-1/#comment-261</link>
		<dc:creator>Ulil Abshar-Abdalla</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 13:35:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/#comment-261</guid>
		<description>Mas Mahdi, 
Insyaallah saya akan tulis mengenai hal itu kapan-kapan. Memang betul, saya pernah ikut selama dua tahun dalam gerakan tarbiyah yang menjadi embrio PKS itu. Persisnya waktu saya masih kuliah di LIPIA dulu. LIPA adalah kampus yang menyediakan stok cukup banyak untuk elit-eilit PKS saat ini.

Intinya kenapa saya keluar dari gerakan tarbiyah itu adalah karena saya tak puas dengan doktrin mereka yang kaku, dogmatis, berlawanan dengan watak saya yang terus membaca, membaca, membaca, dan mencari. 

Saya berangkat dari pesantren, kemudian melampaui tradisi pesantren itu sendiri. Saya kemudian masuk dalam lingkungan yang kurang lebih &quot;salafi-wahabi&quot;, kemudian saya melampaui tradisi mereka, bahkan menjadi pengkritik tajam tradisi itu. Sekarang saya masuk ke dalam level pemahaman baru atas Islam.

Tentu proses saya tak pernah berhenti. Tetapi satu hal yang saya tahu dengan pasti: saya tak mungkin kembali total pada tradisi yang pernah saya alami sebelumnya. Saya tak mungkin kembali kepada tradisi pesantren 100%. Saya mempunyai banyak kritik atas sejumlah doktrin dalam pesantren. Tetapi saya masih mempertahankan pula banyak doktrin, praktek dan ajaran lain dalam pesantren yang saya anggap sangat baik.

Saya, apalagi, tak mungkin kembali ke tradisi tarbiyah atau salafi-wahabi yang pernah saya alami dulu di LIPIA.

Makhluk hidup terus berproses, dan proses yang baik adalah proses yang terus-menerus menuju kepada tangga yang lebih baik.

Jalan yang ditempuh oleh masing-masing orang dalam proses itu jelas berbeda-beda. Sementara itu, ujung akhir proses itu sendiri hanya Allah semata yang mengetahui.

Yang penting adalah kita berusaha sebaik mungkin untuk mencari kebenaran. Soal apakah kita sampai pada tujuan akhir yang sesuai dengan kekendak Allah, hanya Dialah yang tahu.

Ulil</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Mahdi,<br />
Insyaallah saya akan tulis mengenai hal itu kapan-kapan. Memang betul, saya pernah ikut selama dua tahun dalam gerakan tarbiyah yang menjadi embrio PKS itu. Persisnya waktu saya masih kuliah di LIPIA dulu. LIPA adalah kampus yang menyediakan stok cukup banyak untuk elit-eilit PKS saat ini.</p>
<p>Intinya kenapa saya keluar dari gerakan tarbiyah itu adalah karena saya tak puas dengan doktrin mereka yang kaku, dogmatis, berlawanan dengan watak saya yang terus membaca, membaca, membaca, dan mencari. </p>
<p>Saya berangkat dari pesantren, kemudian melampaui tradisi pesantren itu sendiri. Saya kemudian masuk dalam lingkungan yang kurang lebih &#8220;salafi-wahabi&#8221;, kemudian saya melampaui tradisi mereka, bahkan menjadi pengkritik tajam tradisi itu. Sekarang saya masuk ke dalam level pemahaman baru atas Islam.</p>
<p>Tentu proses saya tak pernah berhenti. Tetapi satu hal yang saya tahu dengan pasti: saya tak mungkin kembali total pada tradisi yang pernah saya alami sebelumnya. Saya tak mungkin kembali kepada tradisi pesantren 100%. Saya mempunyai banyak kritik atas sejumlah doktrin dalam pesantren. Tetapi saya masih mempertahankan pula banyak doktrin, praktek dan ajaran lain dalam pesantren yang saya anggap sangat baik.</p>
<p>Saya, apalagi, tak mungkin kembali ke tradisi tarbiyah atau salafi-wahabi yang pernah saya alami dulu di LIPIA.</p>
<p>Makhluk hidup terus berproses, dan proses yang baik adalah proses yang terus-menerus menuju kepada tangga yang lebih baik.</p>
<p>Jalan yang ditempuh oleh masing-masing orang dalam proses itu jelas berbeda-beda. Sementara itu, ujung akhir proses itu sendiri hanya Allah semata yang mengetahui.</p>
<p>Yang penting adalah kita berusaha sebaik mungkin untuk mencari kebenaran. Soal apakah kita sampai pada tujuan akhir yang sesuai dengan kekendak Allah, hanya Dialah yang tahu.</p>
<p>Ulil</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mahdi</title>
		<link>http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/comment-page-1/#comment-260</link>
		<dc:creator>Mahdi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 11:19:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/#comment-260</guid>
		<description>Mas Ulil yang terhormat,

Kalau menurut beberapa orang kawan di Jakarta, dulunya Mas Ulil juga pernah sempat terjebak beberapa lama dalam alam fikir fundamentalisme Islam (Wahabi-Salafi). Sempat lama jadi da&#039;i nya aliran fundamentalis. Itu waktu dulu masih belajar di LIPIA-Jakarta.  

Apa itu benar? Kalau benar, kejadian apa atau akibat ketemu siapa yang bisa membuat Mas Ulil berubah? Mungkin saja kalau Mas Ulil sempat menulis refleksi diri tentang hal di masa lalu ini, akan jadi banyak juga kawan-kawan kita yang masih terperangkap dalam penjara nalar Wahabi-Salafi bisa terbebaskan, dibebaskan, atau membebaskan diri.

Salam,

Mahdi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Ulil yang terhormat,</p>
<p>Kalau menurut beberapa orang kawan di Jakarta, dulunya Mas Ulil juga pernah sempat terjebak beberapa lama dalam alam fikir fundamentalisme Islam (Wahabi-Salafi). Sempat lama jadi da&#8217;i nya aliran fundamentalis. Itu waktu dulu masih belajar di LIPIA-Jakarta.  </p>
<p>Apa itu benar? Kalau benar, kejadian apa atau akibat ketemu siapa yang bisa membuat Mas Ulil berubah? Mungkin saja kalau Mas Ulil sempat menulis refleksi diri tentang hal di masa lalu ini, akan jadi banyak juga kawan-kawan kita yang masih terperangkap dalam penjara nalar Wahabi-Salafi bisa terbebaskan, dibebaskan, atau membebaskan diri.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Mahdi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alfend elias</title>
		<link>http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/comment-page-1/#comment-246</link>
		<dc:creator>alfend elias</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 15:16:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ulil.net/2008/06/25/to-be-louder-doesnt-make-you-holier/#comment-246</guid>
		<description>Islam berwatak Preman aku kenal dari Habib.
Islam berwatak Komedian aku kenal dariGusdur.
Islam berwatak kontekstual aku kenal dari Anda.

Salam Kasih,

Alfend.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Islam berwatak Preman aku kenal dari Habib.<br />
Islam berwatak Komedian aku kenal dariGusdur.<br />
Islam berwatak kontekstual aku kenal dari Anda.</p>
<p>Salam Kasih,</p>
<p>Alfend.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

