Tanggal 1 Juni kemaren layak dikenang bukan saja sebagai hari lahirnya Pancasila, tetapi juga hari kabung dan belasungkawa karena tindakan “hooliganistik” dan “vandalistis” yang dilakukan oleh FPI (Front Pembela Islam) atas sejumlah warga yang tergabung dalam AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). Kekerasan yang memalukan ini terjadi persis pada hari lahirnya Pancasila, dan menimpa sebuah kelompok yang justru ingin menegakkan semangat dasar Pancasila, yaitu menghormati kebhinekaan dan keragaman yang menjadi ciri-khas negeri kita.
- Pages
- Categories
- Archives
-
- Recent Posts
- Recent Comments
- Ludi Ratjani on Teori proyeksi dalam studi hadis: kritik atas Hizbut Tahrir
- irma14 on Tentang situs Faithfreedom: Surat kepada seorang teman
- misfreud on Rizal Mallarangeng for President — You have my vote!
- aljirbani on Tentang situs Faithfreedom: Surat kepada seorang teman
- islam indie on Tentang situs Faithfreedom: Surat kepada seorang teman
- Tags
- Meta
Bukan FPI, mas, tapi oknum. Sama halnya dengan oknum polisi yang nyerbu mahasiswa UNas. Yang diserang juga bukan AKKBB, namun oknum2 AKKBB.
Sama juga halnya dengan oknum DPR yang berbuat mesum dengan sekretarisnya. Oknum jaksa yang telpon2nan dengan Artalyta Suryani.
Jangan bawa2 nama institusi lah. OK?
Ah, Mas Aziz mah ga mw disalahin.
Kalo gitu semua Institusi bilang aza itu oknum kalo melakukan pelanggaran. Enak betul.
Mana tanggung jawab institusi tersebut? Makanya jangan asal2an bikin institusi. Institusi ko penuh dengan kekerasan. Ini zaman kebebasan, bukan zaman barbar. Perbedaan pendapat adalah rahmat bagi alam.